Studium Generale Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang
SEMARANG — Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi (TP) Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang sukses menggelar agenda Studium Generale bertajuk “Healing dari Dalam: Mengelola Kesehatan Mental Spiritual di Tengah Gaya Hidup Berisiko”. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 7 September 2026 di Aula Gedung Q (Syaikh Abdul Qadir Al Jailani) ini diikuti secara khidmat oleh seluruh mahasiswa angkatan 2024, 2025, dan 2026.
Ketua Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Dr. Sri Rejeki, M.Si., dalam sambutannya menandaskan bahwa agenda ini dihadirkan sebagai penanda resmi dibukanya semester baru sekaligus wahana pembekalan awal. Menurutnya, Studium Generale menjadi sarana penting untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai arah keilmuan prodi, sehingga mahasiswa memiliki pijakan ilmiah dan spiritual yang jelas dalam menjalani masa perkuliahan.
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Suharsi, SKM., M.Kes., FCHMC, membedah secara mendalam peran strategis kajian Tasawuf dan Psikoterapi di era modern. Dalam sesi yang dipandu oleh Muhammad Sakdullah, M.Ag. selaku moderator, narasumber mengetengahkan bahwa keilmuan TP mampu menawarkan solusi konkret berbasis spiritualitas dan tasawuf. Pendekatan ini dinilai sangat krusial untuk menghadapi realitas kehidupan modern yang kian konsumtif, rentan terhadap penyakit degeneratif, serta ritme hidup yang serba cepat namun kerap kali kering akan makna.

Tak hanya pendalaman teori, suasana Studium Generale terasa kian menyentuh saat masuk pada sesi praktik menyelami perasaan diri. Diiringi syahdunya lantunan syair Al-I’tiraf, para peserta diajak untuk melakukan kontemplasi dan menerawang ruang batin masing-masing. Momen perenungan ini dimanfaatkan secara mendalam oleh para mahasiswa untuk menghayati pengalaman spiritual tersebut, yang pada akhirnya membawa mereka pada keberanian untuk membuka diri secara lebih baik, melepaskan ganjalan emosional, dan menerima diri secara utuh.
Pemaparan materi yang kaya serta pengalaman reflektif tersebut terbukti memberikan dorongan positif yang luar biasa bagi para peserta. Banyak mahasiswa yang di awal sempat menyimpan keraguan terhadap pilihan berkuliah di Prodi Tasawuf dan Psikoterapi, kini menunjukkan antusiasme yang meningkat drastis setelah acara usai. Keraguan tersebut berganti menjadi pemahaman utuh dan kebanggaan atas kontribusi nyata yang dapat mereka berikan bagi kesehatan mental dan spiritual masyarakat luas.
